Celine Evangelista Umbar Kelakuan Sang Mantan Suami Stefan William, Sedihnya Yaa Gue Sudah Diblokir


Celine Evangelista akhirnya mengumbar kelakuan sang mantan sauami,  Stefan William yang tak mengunjungi anaknya sampai dua bulan.

Menurut Celine, saat ini  Stefan William hingga dua bulan belum juga menjenguk anak-anaknya.

Padahal, lanjut Celine, anak-anaknya sangat rindu dengan sang ayah  Stefan William.

Di sisi lain, Celine Evangelista bingung karena sarana komunikasi sudah diblokir oleh Stefan William.

Jarang bahas rumah tangganya setelah cerai,  Celine Evangelista mendadak membongkar kelakuan  Stefan William, mantan suami.

 Celine Evangelista mengungkap kini  Stefan William tak temui anak-anaknya.

Ia pilu karena memikirkan nasib anak-anaknya merindukan sosok ayahnya.

Seperti diketahui,  Celine Evangelista dan  Stefan William memutuskan untuk bercerai.

 Celine Evangelista kini mengurus anak-anaknya seorang diri.

Bahkan meski cerai,  Celine Evangelista tak pernah membatasi  Stefan William jika ingin bertemu anaknya.

Namun nyatanya, Stefan selalu absen mengunjungi anak-anaknya.

Bagaimana curhatan pilu  Celine Evangelista tersebut? Benarkah  Stefan William berubah?

Rumah tangga  Celine Evangelista dan  Stefan William memang sudah lama berpisah.

Sepakat sudah berpisah, nyatanya  Celine Evangelista masih terus berhubungan dengan  Stefan William.

Walau sudah ada kehidupan masing-masing, namun  Celine Evangelista kompak membuang 'ego besar' mereka demi sang anak.

Baik  Celine Evangelista dan  Stefan William tak mau menjadikan perceraiannya jadi penghalang untuk sang anak.

Meski telah cerai,  Celine Evangelista mengaku tak ingin menghalangi anak-anaknya bertemu dengan  Stefan William.

 Celine Evangelista bahkan rela singkirkan egonya dan mengizinkan anak-anaknya untuk bertemu dengan  Stefan William, meski kini mereka telah cerai.

Namun meski begitu,  Celine Evangelista baru-baru ini ungkap kesedihan hatinya ulah  Stefan William.

Pembawa acara Kopi Viral itu menyebut  Stefan William sudah sekitar 2 bulan tidak melihat anak mereka.

Celine Evangelista hancur anaknya yang rindu papanya tapi malah tak bisa bertemu.

Lebih lanjut,  Celine Evangelista sendiri tidak tahu apa alasan  Stefan William tidak melihat anak mereka.

Tetapi ia berpikir mungkin mantan suaminya tersebut sedang sibuk dengan kehidupannya di Bali.

"Mungkin nggak ada waktu," bebernya.

Lebih lanjut, Celine mengaku  Stefan William juga sudah memblokir dirinya sehingga ia tak bisa bertanya apa penyebab mantan suaminya tersebut tak menemui anak mereka.

Lagi pula Celine juga sudah lama tak berkomunikasi lagi dengan mantan suaminya tersebut.

"Sudah diblokir sih, gue," ungkap  Celine Evangelista.

Cara Melakukan Pengasuhan Bersama Setelah Cerai agar Anak Tidak Terabaikan

Nasib anak secara lahir dan batin setelah kedua orang tuanya bercerai tidak boleh diabaikan.

Apalagi, jika anak belum cukup dewasa, belum mampu mencari nafkah sendiri, dan masih memerlukan bimbingan orangtua.

Perceraian memang dapat dialami pasangan mana pun, tetapi jangan sampai sang buah hati menjadi korban keretakan rumah tangga.

Orangtua yang bercerai sebaiknya memikirkan dan memutuskan pola pengasuhan yang terbaik anaknya.

Tujuannya, supaya sang buah hati tidak kehilangan figur dan kasih sayang orangtua selama masa tumbuh kembang.

Salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua yang sudah bercerai adalah menyusun parallel parenting.

Singkatnya, metode pengasuhan anak ini akan meminimalkan interaksi pasangan yang sudah bercerai namun mereka tetap bisa mengasuh anaknya.

Parallel parenting memungkinkan anak diasuh secara bergantian oleh ayah atau ibunya yang telah bercerai, dengan jadwal yang disepakati.

“Parallel parenting memungkinkan orangtua untuk menghabiskan waktu bersama dan merawat anak-anaknya secara mandiri,” jelas Joleena Louis, Esq., seorang pengacara di New York City yang berfokus pada masalah hukum keluarga.

“Struktur pengasuhan ini membantu meminimalkan komunikasi antara orangtua dan upaya untuk melindungi anak-anak dari konflik di antara mereka.”

Sementara itu, parallel parenting juga memberi kebebasan bagi orangtua untuk tidak bekerja sama atau mendapatkan persetujuan orang lain.

Hal tersebut dikatakan oleh B. Robert Farzad, partner di kantor Pengacara Hukum Keluarga Farzad & Ochoa, LLP.

"Ini bukan pola asuh tanpa kontak, yang akan menjadi ekstrem yang tidak biasa," kata Farzad.

“Kontak hanya diminimalkan hanya pada situasi serius atau masalah yang berdampak signifikan dalam kehidupan anak, seperti pendidikan, kesehatan, dan keselamatan mereka."

Louis menambahkan, jika memerlukan komunikasi, hal ini bisa dilakukan melalui pesan singkat, email, atau aplikasi.

Baca juga: 5 Tips Mengasuh Anak bersama Mantan Pasangan
Parallel parenting dan co-parenting

Tingkat komunikasi menjadi pembeda antara parallel parenting dan co-parenting yang diadopsi setelah perceraian secara damai.

“Co-parenting menekankan pada kerja sama dan berkomunikasi secara teratur agar orangtua bersama-sama memenuhi kebutuhan anak,” jelas Louis.

Kerja sama antarorangtua pada co-parenting tidak ada dalam parallel parenting.

“Co-parenting dan sebagian besar model lainnya bergantung pada komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Parallel parenting meminimalkan itu.”

Pada parallel parenting, anak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama kedua orangtua dengan meminimalkan kemungkinan konflik rumah tangga.
Kapan memilih parallel parenting

Sifat hubungan antara orangtua menentukan model parallel parenting yang sesuai.

“Kami merekomendasikan parallel parenting untuk orangtua yang memiliki konflik satu sama lain dan ada risiko salah satu atau kedua orangtua akan menunjukkan konflik ke anak,” kata Farzad.

Tetapi jika konflik ini meluas atau ditujukan kepada anak-anak maka rencana ini dapat berubah.

“Ini mengasumsikan satu orangtua tidak melakukan kekerasan fisik atau emosional terhadap anak,” kata Farzad.

“Jika salah satu orangtua melakukan kekerasan fisik atau emosional terhadap anak, bahkan parallel parenting tidak sesuai," sambungnya.

"Orangtua yang tidak melakukan kekerasan harus memiliki hak asuh tunggal atau utama -termasuk pengambilan keputusan- tergantung pada sifat dan tingkat pelecehan," tambah Farzad.

Cara menyusun parallel parenting

Keputusan untuk menjalankan parallel parenting dapat dilakukan saat perceraian terjadi ketika di pengadilan.

Metode pengasuhan ini disarankan sebagai bagian dari keputusan perceraian atau hak asuh anak jika orangtua tidak dapat melakukan pengasuhan bersama secara tradisional.

Rencana pengasuhan paralel juga dapat dilakukan di kemudian hari jika konfilik antarorangtua semakin tinggi setelah perceraian atau hak asuh diselesaikan.

Dalam menyusun parallel parenting terdapat beberapa hal-hal yang harus diperhatikan, yakni:

Waktu pengasuhan setiap orangtua
Di mana dan bagaimana pertukaran hak asuh ketika anak berpindah dari satu orangtua ke orangtua lainnya
Jadwal liburan dan apa yang harus dilakukan jika tanggal mengasuh bertabrakan
Bagaimana keputusan akan dibuat mengenai sekolah anak, kesehatan, dan lain-lain
Aturan tentang pembatalan dan penjadwalan ulang waktu mengasuh anak
Aturan tentang komunikasi.

“Semakin spesifik rencana parallel parenting berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan keputusan terkait pendidikan dan waktu pengasuhan khusus setiap orangtua dengan anak, semakin sukses rencana parallel parenting," jelas Farzad.

Iklan Atas Artikel

close
Latihan Direct Link

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel