Mangkuk Pawang Hujan MotoGP Mandalika Jadi Sorotan, Harganya Fantastis, Rara Rasakan Hal Aneh saat Ritual


Rara Istiati Wulandari blak-blakan soal harga mangkuk emas yang dia gunakan saat jadi pawang hujan di MotoGP mandalika, ternyata harganya fantastis.

Sosok Rara Istiati Wulandari selaku pawang hujan berhasil menjadi pembeda dalam gelaran MotoGP Mandalika.

Bagaimana tidak, imbas aksinya yang berusaha meredakan hujan, nama Rara kini sudah mulai dikenal hingga ke luar negeri.

Seperti diketahui, pada Minggu 20 Maret 2022 sore, Rara turun ke area balapan.

Sambil memukul mangkuk yang dipegangnya di tangan kiri, Rara berjalan sambil memegang dupa di tangan kanannya.

Dia kemudian merapalkan beberapa ajian untuk menghentikan guyuran hujan di Mandalika.

Aksi Rara tersebut sontak langsung viral di media sosial.

Bahkan dia juga menjadi sorotan dari para pembalap dan tim serta media asing yang menyoroti perempuan pawang hujan tersebut.


Fabio Quartararo pembalap MotoGP dari tim Yamaha bahkan menirukan aksi Rara dengan cara memutar-mutarkan sendok itu ke pinggiran mangkok.

Bahkan saat mangkok itu jatuh, Fabio mengambilnya kembali dan mengulangi aksinya lagi.

Ia pun tertawa puas bersama dengan rekan-rekannya.

Harganya tak sembarangan

Meski terlihat sederhana, harga mangkuk milik Rara rupanya tak sembarangan.

Harga mangkuk yang menjadi peralatan Rara itu setara dengan iPhone 11.

Dilansir dari wawancaranya dengan Tribunnews, Rara mengklaim mangkoknya untuk mencegah petir masuk ke arena sirkuit.

"Ini simbol. Ini kan kaya bel ya. Kalau pakai ini energinya kerasa, getarannya ada," ujar Rara dilansir dari Youtube Tribunnews, Selasa (22/3/2022).

Rara menyebut dia sudah menggunakan mangkuk berwarna emas itu sejak tahun 2013 silam.

"Ini saya beli dan sudah pakai ini sejak tahun 2013. Harganya lumayan juga nih, dulu beli Rp 8-9 juta," kata Rara.

"Ini biasanya lebih buat meditasi mendengarkan suara alam," sambung Rara.


Gaji Pawang Hujan Mandalika

Dikutip dari Tribunnews.com, Pawang hujan yang bisa diartikan sebagai teknologi berbasis kearifan lokal itu coba dimanfaatkan untuk mengatur cuaca sekitaran sirkuit selama penyelengaraan MotoGP Mandalika sejak tes pramusim lalu.

Wanita yang pernah menjadi pawang hujan acara Opening Asian Games 2018 itu mengaku diajak untuk berkolaborasi dengan otoritas sirkuit untuk menyukseskan event MotoGP Mandalika.

Yang paling mengejutkan ternyata gaji fantastis yang diterima Rara sebagai pawang hujan yang mencapai tiga digit rupiah.

"Kalau saya boleh jujur, gaji saya menghandel event ini mencapai tiga digit (red: ratusan juta).

Dilansir dari Grid.id, Rara memberikan informasi terkait pendapatannya dari ajang MotoGP Mandalika.

"Saya dibayar oleh ITDC dan MGPA, intinya dari perusahaan BUMN lah," kata Rara, Minggu (20/3/2022).

Wanita kelahiran Jayapura ini mengatakan, setiap harinya ia digaji Rp 5 juta.

"Saya kerja di sini 21 hari sejak pengaspalan ulang," tukasnya.

Jika dikalkulasi, gaji Rara selama 'mengamankan' MotoGP Mandalika 2022 adalah Rp 105 juta.

Nama dan rekam jejak Rara memang sudah dikenal oleh sejumlah instansi pemerintahan.

Keberadaan Rara sebagai pawang hujan yang membantu kesuksesan MotoGP Mandalika 2022 seakan menjadi sisi menarik event ini.

Hal ini mengingat teknologi berbasis kearifan lokal itu tampaknya tak banyak ditemui di event balapan internasional negara lainnya.

Terlepas dari pro-kontra penggunaan pawang hujan, keberadaan sosok Rara tetaplah menjadi sorotan menarik yang mewarnai agenda MotoGP Mandalika 2022.

Agenda balapan MotoGP Mandalika 2022 akhirnya telah selesai digelar pada hari ini, Minggu (20/3/2022).

Sumber: Tribunstyle

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel