'Ibarat Domba Dibawa ke Pembantaian' , Angelina Sondakh Mau Akhiri Hidup saat Tahu Divonis 12 Tahun Penjara


Ayah mana yang tak sedih melihat anaknya sedang dalam kesusahan karena kasus yang menjeratnya.

Begitu pula yang dirasakan ayah Angelina Sondakh yakni Lucky Sondakh.

Apalagi sang putri Angelina Sondakh sempat mau mengakhiri hidupnya saat divonis 12 tahun penjara oleh hakim Mahkamah Agung.

Namun Lucky Sondakh hadir menjadi penyelamat sang anak, hingga Angelina Sondakh bebas keluar penjara.

Hal ini diungkapkan langsung Angelina Sondakh dalam video live streaming channel youtube Keema Entertainment, Senin (7/3/2022).

Mantan Puteri Indonesia 2001 tersebut tak bisa membendung air matanya saat untuk pertama kali curhat di depan publik bersama sang ayah.

Eks politisi Demokrat tersebut sampai mengaku sempat mau mengakhiri hidupnya karena tak kuat menjalani hukuman 12 tahun penjara.

Tapi Lucky Sondakh tak mau sang anak mati sia-sia. Ia paling berjasa mencegah sang anak untuk tidak berbuat nekat tersebut.

"Angie bilang, Dad kayaknya angie gak mau lagi hidup. Gak bisa, karena saya ketemu Keanu pas Keanu mau 17 tahun, karena ada uang pengganti 5 tahun," ungkap Angelina Sondakh sambil menangis di depan ayahnya.

Lucky Sondakh merayu Angie dengan menyebut dia sekarang menjadi anak penurut yang memang tidak memiliki pilihan selain menurut pada keputusan hukumnya.

Setelah itu, Lucky juga banyak memberikan Angie buku-buku inspiratif seperti dari Michelle Obama dan Nelson Mandela untuk melatih otaknya.

"Udah gitu Daddy bilang latih hati, latih emosi, jangan menyerah. Karena Angie cuma punya satu pilihan, menjadi kuat," ungkap Angie mengenang petuah ayahnya.

Selain itu, Lucky juga meminta Angie melatih psikomotor dengan belajar ngebor hingga ngecat.

"Dan lupakan lah yang lalu, karena tidak ada yang adil di dunia ini, Angie. Kamu tidak perlu mencari keadilan, kamu perlu cari gimana menjalani agar kamu kembali ke Keanu," ujar Angie menirukan nasehat Lucky saat itu.

Sementara itu, Lucky mengakui apa yang dilakukan bersumber dari kekuasan kasih kepada anaknya.

"Memang Angie tidak mendengar nasehat saya, sebelum masuk penjara. Like father like daughter. Memang kepala batu ini,"aku Lucky.

Namun diakui Lucky, dia sangat sedih melihat kondisi anaknya saat itu.

"Siapa yang gak sedih, melihat anaknya seperti domba dibawa ke pembantaian. Karena saya tahu sebenarnya yang disangkakan ke Angie, tidak seperti itu," katanya.

Meski begitu, Angie harus menghadapi ini. Tiga hal harus harus dipegang, yakni tetap menggunakan kognitif, afektif dan psikomotorik untuk bisa bertahan.

"Tetap harus cerdas, pemikiran harus tetap sehat. Jangan sampai membuat keputusan atau langkah-langkah yang tidak masuk akal atau konsekuensi Berat.

"Menjaga hati yang baik, emosi serta menjaga otot yang sehat, Psikomotorik harus tetap sehat," katanya.

Saat hakim Artidjo melipatgandakan hukuman Angie menjadi 12 tahun penjara sebelum akhirnya dipotong 2 tahun setelah peninjauan kembali, diakuinya saat itu sang putri sangat syok, bahkan ingin mati.

Saat itu lah dia menasehati Angie dan akhirnya didengar.

"Pokoknya jangan sampai dia bunuh diri, jangan sampai terkena narkoba. Jadi, seminggu 2-3 kali saya harus beri dukungan moral kepada dia," ungkapnya.

Kini kasih sayang Lucky itu sangat membekas pada diri Angie.

Dia pun mengungkapkan kasih sayangnya kepada sang ayah dan ibunya,

"10 tahun dalam penjara, doa saya hanya supaya bertemu dengan ayah dan ibu dalam keadaan sehat walafiat. Dan Allah mengijabah doa saya," kata Angie.

Setelah ke luar, Angie bertekat akan membahagiakan mereka.

"Terimakasih Dad. Karena saya menyaksikan ayah saya dari yang sangat kuat datang ke lapas, gendong Keanu. Sampai ke sini-kesininya daddy udah sedikit tertatih berjalannya dan masih setia," ucap Angie sambil terus terisak.

Diakui Angie, banyak teman-temannya yang pergi meninggalkan saat dia terkena kasus.

Ada juga yang hanya datang dalam kurun waktu setahun, setelah itu tiba-tiba menghilang.

Dan dia bisa memaklumi itu karena kesibukan.

"Ayah saya saya seminggu 3 kali dipkasakan datang, melaporkan bagaimana Keanu.

"Terimaksih atas kesetiaan, benar hanya Daddy hanya orangtua yang setia, yang tidak malu ketika saya dalam kondisi paling buruk. Dan saya bersyukur Daddy masih mau menerima saya"

"Walaupun Daddy kecewa, walaupun Angie sudah mempermalukan keluarga besar, tapi Daddy masih menerima angie sebagai anak. Masih mau mendoakan.

Mudah-mudahan papi panjang umur, Allah memberikan rejeki kepada Angie untuk bisa membahagiakan mami dan papi.

Angie gak mau lagi keras kepala, sok tau , songong, sok pintar.

10 tahun sudah cukup bagi Angie memberikan pelajaran bahwa sesungguhnya ketika manusia merasa sok pinter, maka itu awal kejatuhannya," ungkap Angie.

Sumber: Sripoku

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel