BUKAN Maksud Dahului Tuhan, Denny Darko Ramal Rumah Tangga Doni Salmanan Hancur, Dinan Fajriana Balas Tudingan


Rumah tanga Doni Salmanan dan Dinan Fajrina diramal bakal ngenes.

Hal ini diungkap Denny Darko dalam ramalannya yang menyebut pernikahan keduanya tak akan berlangsung lama.

Hal ini disebabkan Doni Salmanan yang telah menjadi tersangka investasi bodong Trading Quotex.

Denny Darko menyebut jika nantinya Dinan Fajrina akan merasa tak tahan hingga berujung gugat cerai Doni Salmanan.

Sebagaimana diketahui, Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di penjara karena kasus penipuan berkedok investasi Trading binary option Quotex.


Segala harta benda yang dimiliki oleh Doni Salmanan pun disita oleh pihak kepolisian.

Terkait hal tersebut, Denny Darko mencoba untuk menerawang nasib rumah tangga pasangan tersebut.

Melalui kanal YouTube-nya yang diunggah pada Kamis (24/3/2022), Denny Darko menyebut Dinan Fajrina saat ini masih mampu bertahan.

"Untuk saat ini, Dinan masih sangat mendukung Doni Salmanan. Dia ingin menyertai setiap prosesnya dan selalu mendampingi. Dia ingin membuktikan bahwa dia istri yang baik," ujar Denny Darko.

Namun tidak untuk dikemudian hari nanti.

"Mungkin di awal-awal tahun penahanannya nanti, dia masih kuat. Tapi, ini semua akan berakhir," sambungnya.

Hati Dinan Fajrina disebutkan akan goyah saat mendengar vonis yang telah dijatuhkan pada sang suami.

"Kalau didakwakan sampai 5 tahun atau lebih, perceraian itu akan muncul," ucapnya.

Namun, Denny Darko menyebut bahwa keputusan tersebut tak murni berasal dari lubuk hati Dinan, tapi ada juga campur tangan orang lain yang mempengaruhinya.


"Ini bukan keinginan dia pribadi, tapi orang-orang di sekitarnya yang akan mulai mempengaruhi," tuturnya.

"Dia akan sampai ke titik di mana semua kewarasannya ini akan menjadi hal yang paling utama. Ini membuatnya bertanya-tanya," pungkasnya.

Meski telah meramalkan akan adanya perceraian, Dinan diketahui saat ini masih mengumbar harapan bahwa rumah tangganya dengan Doni Salmanan akan baik-baik saja.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia masih mengunggah potret manis dengan sang suami, Sabtu (26/3/2022).

"Hihi jadi kangen suami," tulis Dinan Fajrina.

Ia juga tak lupa meminta doa dari masyarakat agar rumah tangganya itu bisa terus bertahan sampai jannah (Surga).

"Doain ya guys semoga Allah jaga selalu Sakinah Mawaddahh Warahmah pernikahan aku dengan suamiku hingga Jannah!" tulis Dinan Fajrina.

Penyidik Tolak Penangguhan Penahanan Doni Salmanan

Ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh pihak kepolisian, ternyata membuat Dinan Fajrina mengajukan penangguhan penahanan untuk suaminya.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Ikbal Firdaus kuasa hukum Doni Salmanan.

"Sudah diajukan tadi malam, ditandatangani istrinya," ujar Ikbar Firdaus, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (9/3/2022).

Dalam surat permohonan penangguhan tersebut, kata dia, istri Doni Salmanan menjadi penangguhnya.

"Iya, istrinya penangguhnya,"katanya.

Adapun alasan pokok dalam pengajuan penahanan itu, kata dia, menjamin bahwa kliennya bakal kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

"Alasan pokonya terkait masalah materilnya tidak akan menghilangkan alat bukti, itu sudah pasti," ucapnya.

Setelah beberapa hari mengajukan penangguhan penahanan untuk Doni Salmanan ternyata pihak penyidik menolak permohonan tersebut. 

Dilansir dari Tribunnews.com, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menolak penangguhan penahanan yang diajukan oleh pihak Doni Salmanan.

Bukannya tanpa alasan, penyidik menolak permohonan suami Dinan Fajrina tersebut.


Meski Doni Salmanan bersikap kooperatif, keinginannya untuk tidak menjalani penahanan sementara tak bisa dipenuhi.

Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Iya (penangguhan penahanan Doni Salmanan ditolak)," ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Rabu (23/3/2022).

Reinhard menjelaskan alasan penolakan tersebut karena alasan subjektif penyidik.

Sebab, Polri khawatir Doni Salmanan melarikan diri hingga menghilangkan barang bukti.

"Alasan subyektif menurut KUHAP, takut melarikan diri, menghalangi penyidikan dan menghilangkan barang bukti," pungkas Kombes Reinhard Hutagaol.

Sumber: Sripoku

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel