Pengakuan Dokter yang 20 Tahun Silam Tangani Operasi Ganti Kelamin Dorce Gamalama, Bunda: Terketuk


Dorce Gamalama memang terlahir sebagai seorang pria sebelum dikenal sebagai wanita seperti sekarang.

Mengulik kisahnya, bukan hal mudah bagi Dorce Gamalama untuk mengubah dirinya dari pria ke perempuan.

Perjalanan Dorce Gamalama untuk mengubah jenis kelaminnya diketahui bukan sesuatu yang mudah.

Ia diketahui membutuhkan proses yang cukup panjang sebelum mengubah total jenis kelaminnya.

Pengakuan dokter yang dulu mengoperasi kelamin Dorce Gamalama pun kini kembali disorot.

Seperti apa kisahnya?

Dorce Gamalama pernah menceritakan keputusannya ini dia ambil setelah sempat mengalami kegundahan hati.

Ia bahkan mengungkap sosok dokter yang dipercayakannya untuk merubah kelaminnya.

Sosok Dokter Prof DR dr Johansyah Marzoeki dipilih Dorce Gamalama untuk melakukan operasi pergantian kelamin.

Hal ini diungkapkannya dalam acara 'Angin Malam' yang tayang pada 2002 silam.

"Hatiku terketuk ingin coba-coba (mengganti kelamin)."


"Terus aku konsultasi dengan dokter (dr Johansyah Marzoeki)," kata Dorce Gamalama dalam acara yang dibawakan oleh Dewi Hughes tersebut.

Saat itu, Dorce Gamalama hanya melakukan konsultasi untuk mendapatkan masukkan dari ahli, tanpa mengharapkan apapun.

Dorce Gamalama bahkan diminta oleh dr Johansyah Marzoeki untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang lain juga psikolog.

Ia juga harus menjalani tes HIV/AIDS terlebih dahulu, untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Setelah beberapa bulan hasilnya keluar, Dorce Gamalama pun kembali bertemu dengan dr Johansyah Marzoeki.

Di acara yang sama, dr Johansyah Marzoeki memaparkan bahwa operasi perubahan kelamin seperti yang dijalani oleh Dorce Gamalama memiliki prosesnya tersendiri.

"Jadi aturannya adalah, harus melalui suatu tim."

"Oleh karena itu, seperti yang dikatakan tadi, tidak bisa langsung saja saya lakukan operasi," kata dr Johansyah Marzoeki.

"Tapi harus dimasukkan ke dalam tim."

"Dan tim itu terdiri dari ahli bedah plastik, saya sendiri, kemudian ada ahli jiwa yang penting."

"Ada dua macam, yaitu psikiatri dan psikolog," sambungnya.

Selain itu, untuk menjalani operasi pergantian kelamin juga diperlukan melakukan konsultasi dengan dokter kandungan, dokter penyakit dalam, hingga dokter penyakit genetika.

"Itu semua diperiksa, untuk meyakinkan kalau benar-benar si calon (Dorce Gamalama) bukan karena nyontoh (ikut-ikutan)."

"Tapi betul-betul dorongan dalam dirinya," jelas sang dokter.

Setelah menjalani operasi ubah kelamin, untuk mengesahkan pergantian status, dokter akan memberikan surat pengantar yang berisi alasan dilakukannya tindakan pembedahan tersebut.

dr Johansyah Marzoeki juga menjelaskan sejumlah risiko yang dapat terjadi jika seseorang melakukan operasi ubah kelamin.

"Operasi ubah kelamin itu juga ada penyulit-penyulit yang bisa terjadi."

"Misalnya saja tertembusnya ke perut untuk membuat lubang, ke saluran kencing, dan yang lain-lain yang bisa menyebabkan penderitaan bagi si pasien."

"Untunglah sejauh ini itu tidak terjadi," pungkas sang dokter yang menangani Dorce Gamalama.

Simak video selengkapnya disini

Belakangan permintaan Dorce Gamalama soal kematiannya memang menuai sorotan publik.

Diketahui, artis senior Dorce Gamalama saat ini sedang menjalani proses pemulihan karena sakit diabetes.

Akibat penyakitnya, Dorce Gamalama saat ini kakinya sebelah kanan tidak bisa jalan lagi setelah ia jatuh dari toilet.

Melihat kondisinya yang semakin memprihatinkan, Dorce Gamalama sudah merasa jika umurnya tak akan panjang.

Maka dari itu, Dorce Gamalama memberi wasiat kepada anaknya, jika kelak meninggal dunia, ia ingin dimakamkan sebagai perempuan.

Beberapa ustaz besar pun ikut angkat bicara mengenai keputusan yang dipilh oleh Dorce Gamalama.

Termasuk oleh Ustaz Solmed yang turut memberikan pandangannya terkait wasiat Dorce Gamalama.

Ustaz Solmed mengatakan, yang bertanggung jawab atas keputusan memperlakukan Dorce Gamalama adalah keluarga, dalam hal ini adalah orang yang masih hidup.


"Kalau jenazah udah meninggal mah, enggak ada urusan dimandikan dan tidak dimandikan, atau disalatkan."

"Itu kewajiban orang yang masih hidup," jelas Ustaz Solmed kepada Grid.ID melalui sambungan telepon, Minggu (30/1/2022).

Oleh karena itu, menurut Ustaz Solmed, kejujuran keluarga adalah kuncinya.

Manusia yang hidup yang bertanggung jawab untuk memutuskan memperlakukan jenazah nantinya.

"Ya harus jujur, harus benar-benar seperti apa keadaannya, ya begitu, keluarga yang bertanggung jawab, bukan mayat," lanjutnya.

"Mayat mah sudah meninggal, maaf-maaf, enggak dimandiin yang dosa yang hidup kok," sambungnya.

Ustaz Solmed menjelaskan lagi, seseorang yang sudah meninggal tidak lagi diperhitungkan wasiatnya, juga tidak memiliki tanggung jawab terhadap jasadnya.

"Iya, mayatnya tetap punya tanggung jawab sendiri, yang masih hidup ini yang harus memperlakukan mayat ini seperti apa, gitu," pungkasnya.

Sumber: Tribunjatim

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel