Widget HTML Atas

Belum Seminggu Ditinggal Suami, Nadzira Shafa Menangis Rindu Ameer Azzikra: Seperti Gelas Pecah


Sudah berapa hari ditinggal oleh sang suami, Nadzira Shafa ungkap apa yang membuatnya bisa kuat.

Diketahui Nadzira Shafa baru saja ditinggal sang suami, Ameer Azzikra.

Ameer Azzikra meninggalkan Nadzira Shafa setelah menikah selama lima bulan.

Meninggalnya Ameer Azzikra pun secara dengan cara mendadak.

Karena semasa hidupnya Ameer tidak pernah mengalami sakit.

Beberapa hari sebelum meninggal Ameer Azzikra baru divonis dokter ada penyakit paru-paru dan liver.

Sebelum meninggal dunia juga Ameer sudah memberikan beberapa tanda seperti meminta maaf kepada sang ibunda dan sahabatnya.

Serta meminta doa yang baik untuknya kepada semua orang.

Beberapa hari setelah ditinggal Ameer Azzikra, sang istri Nadzirah Shafa masih belum bisa melupakan kenangannya bersama sang suami.

Kenangan tersebut selalu ia posting melalui insta story akun instagram pribadinya @enazirashf.

Beberapa waktu yang lalu Nadzira Shafa menuliskan awal pertemuannya dengan Ameer Azzikra.

Nadzira Shafa menerangkan bagaimana Ameer Azzikra dapat meminangnya menjadi seorang istri.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia sangat bahagia dapat bertemu dengan sang suami.

"Aku sangat bahagia bertemu dengan beliau...

"Kami dipertemukan dengan jalur yang sangat baik. Yaitu majelis dzikir.

"Melalui istikharah para ulama akhirnya beliau meminang aku sebagai istri nya," terang Nadzira Shafa.

Ia pun membeberkan bagaimana perlakuan sang suami kepadanya.

Hingga akhirnya ia dipisahkan dengan sang suami dengan cara yang indah dan tidak dapat dilupakan olehnya

"Selama pernikahan aku benar-benar dihargai dan sangat di sayangi seperti gelas yang hampir pecah dengan lembut beliau memperlakukan aku...

"sangat indah dan dipisahkan pun dengan jalur ilahi.

"Tanpa ada unsur menyakiti satu sama lain.

"Jadi bagaimana aku bisa lupa dengan semua ??," jelas Nadzira Shafa.

Nadzira Shafa pun menerangkan bagaimana ia bisa kuat menerima cobaan ini.

Namun ia susah untuk tegar dan tidak sehebat itu untuk tidak telihat sedih.

Serta menurut Nadzirah Shafa ini adalah cobaan terberat baginya.

"Memori bersamanya penuh akan kebaikan...

"Aku kuat karena memori baik itu...

"Tapi memang susah untuk tegar. Karena aku tidak sehebat itu untuk tidak sedih...

"Jadi maaf kalo aku mungkin akan sering mengenang dan rindu akan kehadirannya. Karna sungguh ini cobaan tersulit," tulis Nadzira Shafa.


sumber: palembang.tribunnews.