Sepakat Titipkan Ibu ke Panti Jompo, Sosok Ini Kini Menyesal Dan Ingin Bawa Pulang Orang Tuanya, Tapi Dibalas Menohok Oleh Mbah Trimah: Kamu Mau Buang Saya?


Nama perempuan lansia, Mbah Trimah jadi sorotan publik lantaran kisah kehidupannya yang memilukan viral di media sosial.

Bagiamana tidak, di usia senjanya saat ini Mbah Trimah disebut dititipkan oleh ketiga anaknya di panti jompo.

Bahkan kisah mbah Trimah pun sampai viral di media sosial hingga menggerakan hati pasangan pengusaha muda kaya raya untuk menyambanginya.

Sosok pasangan pengusaha tersebut tak lain adalah sahabat dekat artis Raffi Ahmad, Gilang Widya Pramana dan sang istri.

Hal itu membuat nama Mbah Trimah pun semakin menjadi sorotan setelah didatangi Gilang dan Shandy.

Belum lama ini, anak kedua dari Mbah Trimah akhirnya angkat bicara mengenai kabar dirinya dan saudara-saudaranya yang menitipkan sang ibunda ke panti jompo.

Putra Mbah Trimah tersebut mengungkapkan keinginannya untuk menjemput sang ibunda dari panti jompo.

Ternyata keinginan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Mbah Trimah.

Sosok wanita sepuh tersebut pun mengungkapkan alasan dirinya telah betah tinggal di panti jompo tersebut.

Bahkan di depan anak keduanya, nenek Trimah mengaku tak ingin pulang bersama anak-anaknya.

Deni anak kedua nenek Trimah mengaku tak membuang sang ibu ke panti jompo.

Ia dan kedua saudaranya hanya menitipkan sang ibu ke panti jompo dan berjanji akan menjemputnua kembali.

Deni, kakak, dan adiknya sepakat menitipkan Trimah ke panti jompo di Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, Jawa Timur lantaran faktor ekonomi.

Meski begitu, Deni membantah membuang dan tak mau mengurus lagi sang ibunda hingga diserahkan ke panti jompo.

Deni mengklaim hanya menitipkan sang ibunda untuk sementara di panti jompo yang terletak di Malang tersebut.

"Mamah yang sabar di sana, kami anak-anak tidak membuang hanya menitipkan, jika nanti keadaan kami membaik kami pasti jemput,"

"Dan apabila kami ada rezeki kami pasti nengokin, pesen saya cuma sabar," tutur Deni dikutip dari acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Selasa (2/11/2021).

Dengan meneteskan air mata, Mbah Trimah mengungkapkan keinginannya untuk tidak mau pulang bersama sang putra.

"Saya di sini enak, udah, saya gak mau pulang dulu. Betah di sini," kata lansia berusia 64 tahun tersebut kepada sang putra.

Mengutip dari TribunJakarta.com, Deni dan kedua saudaranya mengaku menitipkan sang ibunda karena himpitan ekonomi.

"Karena kami pertama gak punya tempat tinggal yang tepat,"

"Kedua untuk biaya memang perekonomian kami lagi sulit, begitu alasannya," tutur Deni.

Sementara itu, Deni juga sempat meluruskan pengakuan Trimah yang menyebut tak diberitahu ketika dibawa ke panti jompo.

Sebelum mengantar Trimah ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, Jawa Timur, Deni klaim sudah memberitahu Trimah.


"Nah itu dia saya ingin meluruskan itu," ucap Deni.

Deni saat ini tinggal di Jakarta, dua hari sebelum menjemput Trimah ke Magelang ia mengaku mendapatkan kabar dari adik sang ibunda.

Pasalnya saat itu, Trimah tinggal bersama adiknya di Magelang.

"Sebenernya dari dua hari sebelum berangkat ke Magelang untuk menjemput itu dapat kabar dari adiknya untuk segera pulang, dan istilahnya dirembukin masalah ini harus gimana,"

"Kakak saya mendapatkan info yayasan di Malang ini, maka kami bertiga berangkat (ke Malang)," cerita Deni.

"Bu Trimah pun tahu menanyakan saya 'Den kamu mau bawa saya ke Malang?' saya bilang iya, 'kamu mau buang saya?' saya bilang enggak cuma menitipkan,"

"Saya udah pamit kok, udah izin kok, dari Ibu Trimah, adiknya, mereka menyepakati mengizinkan," jelas Deni.

"Artinya kata Mas Deni, ibu Trimah sudah tau ya?" tanya pembawa acara.


"Sudah tahu sebelumnya sudah tahu," jawab Deni sambil tersenyum.

Mulanya, kisah Trimah diunggah oleh pemilik akun Facebook Arief Camra sekaligus pemilik Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang, Jawa Timur.

Ia menuliskan jika ada seorang lansia wanita bernama Trimah asal Magelang, Jawa Tengah yang diserahkan ketiga anaknya.

sumber: sosok.grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel