Kondisi Terkini Ustadz Abdul Somad Diungkap Sahabat, ini Fakta Sebenarnya


Sempat muncul kabar bila Ustadz Abdul Somad baru-baru ini diisukan terpapar covid-19.

Nah, mengenai hal tersebut, Sahabat UAS Pekanbaru, Tatang Yudiansyah angkat bicara.

Ya, sebelumnya banyak media online yang memberitakan jika UAS telah terpapar Covid-19 dan mengalami gejala hilang penciuman.

Terkini Sahabat UAS Pekanbaru ingin meluruskan pemberitaan yang marak tersebut, ini disampaikan agar tidak ada informasi simpang siur di masyarakat.

Cerita ada di Video ini :


Diketahui, dari sejumlah pemberitaan tersebut seakan-akan UAS sudah terkonfirmasi terpapar Covid-19 , padahal kenyataannya UAS hanya bercerita dalam ceramahnya pernah merasakan hilang penciuman dan tulang terasa putus.

Kemudian, Tatang menegaskan berita yang muncul diberbagai media itu diambil dari isi ceramah UAS beberapa hari lalu.

"Kejadiannya (hilang penciuman dan tulang terasa putus) sudah cukup lama," ujar Tatang Yudiansyah.

Seperti yang dilansir Banjarmasinpost.co.id Selasa (13/7/2021) dari Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com berjudul Sahabat Ungkap Kondisi Ustaz Abdul Somad yang Disebut Terpapar Covid-19 Hingga Telah Buat Wasiat.

Saat ini ditegaskan Tatang Yudiansyah, kondisi Ustadz Abdul Somad dalam kondisi baik-baik saja dan berharap selalu dalam lindungan Allah.

"Saat ini UAS Alhamdulillah baik-baik saja dan kita berharap doa dari umat untuk kesehatan selalu Ustadz kita," ujar Tatang Yudiansyah.

Nah, sebelumnya, dari tayangan video itu diceritakan bahwa Ustadz Abdul Somad sempat mengeluh tulang-tulang di tubuhnya serasa mau patah akibat terpapar Covid-19.

Ia rasakan adalah kehilangan indra penciumannya.

Bahkan menurutnya, indera penciumannya hilang saat mencium buah durian.

"Saya pernah menyangka mati.

Ketika saya tiba-tiba pulang dari luar kota," kata UAS dalam kanal YouTube Musyawarah, Selasa, 13 Juli 2021.

Tak hanya itu, bahkan UAS menggambarkan tulang-tulangnya seperti mau patah.

"Sampai di rumah semua tulang-tulang saya ini rasanya mau putus.

Topi dipasang mau copot ditusuk-tusuk jarum. Durian dicium tak ada baunya.

Di situ lah saya merasa durian itu tak enak sama sekali," sambung UAS.

Meski mengalami gejala, UAS tak langsung melakukan tes Covid-19.

Ia hanya yakin betul gejala tersebut adalah paparan virus Corona.

"Saya tidak pernah periksa, padahal ciri-ciri itu ada," ucap UAS.

Bahkan saking parahnya gejala tersebut, UAS sampai menulis surat wasiat untuk sang putra semata wayang, Mizyan Hadziq Abdillah.

Selain meminta putranya yang diasuh mantan istri untuk masuk pesantren lalu menjadi penghapal Al Quran, UAS juga berharap didoakan ketika sudah meninggal.

"Saya ambil kertas, saya tulis pesan. 'Wahai anakku, kalau aku mati jangan kau ke dukun.

Kau mesti mentauhidkan Allah, kau kirim Al-Fatihah, kau doakan aku, kau mesti sekolah masuk pesantren penghapal Alquran'

Karena saya sangka, hari kesembilan dan kesepuluh napas sudah pendek sekali," kenang UAS.

UAS mengaku tak ada obat-obatan khusus yang diminumnya.

Ia hanya mengonsumsi obat anjuran Nabi Muhammad SAW, yakni madu.

"Begitu beberapa hari saya minum madu, lalu kemudian saya minum vitamin C pagi, petang, siang hilang sehat sampai sekarang," ujar UAS menambahkan.

Sementara itu Faiz, Koordinator Media Ustaz Abdul Somad mengungkap momen yang dialami sang ustaz terjadi sudah cukup lama.

Ia menyebut hal tersebut terjadi saat awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Awal banget COVID merebak di tahun 2020 sekitar bulan April. Entah Maret atau April, saya lupa.

Tapi seingat saya beliau cerita awal-awal COVID di Indonesia," jelas Faiz.

Sumber: banjarmasinpost

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel