"DUKUN NINGSIH TINAMPI" Dulu Kaya Raya, Sehari Raup Rp 60 Juta, Kini Nasibnya Nelangsa: Kabur dari Rumah, Karyawan Menjerit


Pandemi covid-19 sudah setahun mendera. Semua orang merasakan dampaknya. Termasuk, dukun terkenal Ningsih Tinampi. Sejak wabah corona meluas, Ningsih Tinampi tak lagi kebanjiran pelanggannya yang ingin berobat.

Lama tak tersorot, bagaimana kabar Ningsih Tinampi kini? Berikut ini kabar terbaru Ningsih Tinampi. Dulu sang dukun terkenal dan Kaya Raya kantongi Rp 60 juta sehari, kini pergi jauh dari rumah. Cerita karyawan melarat sampai alih profesi jadi tukang kebun.

Popularitas Ningsih Tinampi yang meredup di masa Corona membuat karyawan terkena imbasnya.

Dikutip Gridhot dari Tribun Solo, dulunya berdasar pada panjang antriannya dihitung dengan biaya pengobatannya, jumlahnya mencapai Rp 60 juta sehari.

Hanya saja kesuksesan dan popularitas itu tidak bertahan lama.

Hal ini dipengaruhi juga dengan kontroversi beberapa waktu lalu.

Yap, pengobatannya sempat disorot publik.

Yap, cara pengobatannya tak biasa dan melibatkan makhluk gaib tak jarang membuat bingung banyak orang.

Lama tak terdengar kabarnya selama Corona, masyarakat penasaran kemana gerangan sang dukun pengobatan alternatif itu?

Dilansir dari tayangan kanal Youtube, kabar terkini Ningsih Tinampi ternyata mengejutkan.

Seperti diketahui, tempat pengobatan Ningsih Tinampi berada di di Dusun Lebaksari, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam judul vlognya, anak buah Ningsih mengaku ditinggal Ningsih Tinampi yang pergi ke Turki.

“Ditinggal Bu Ning ke Turki kita cari makan sendiri,” tulis judul vlognya.

Meski begitu, dalam video tersebut anak buah Ningsih Tinampi tersebut beralih profesi sementara menjadi tukang kebun.

Dikutip Gridhot dari Tribun Solo, mereka diketahui bercocok tanam dan mengabarkan mereka sudah panen.

Hasil panen yang mereka kumpulkan pun mencapai 1 ton. Mereka mengaku hasil panennya itu akan disetor ke pasar. “Besok disetor ke pasar, soalnya banyak pesenan ini,” ujarnya.

Terlihat dalam video itu, anak buah Ningsih Tinampi itu panen berbagai sayur-sayuran.

Mulai dari kacang buncis, bayam, sawi hingga mentimun.

Tak hanya itu, di sekitar perkebunan tersebut juga terdapat kolam ikan.

Meski cuaca hujan, anak buah Ningsih Tinampi tersebut tak menghiraukannya.

Mereka tetap mengumpulkan hasil panennya agar besoknya bisa mereka jual ke pasar.

Sembari menunjukkan hasil panennya, salah satu anak buah Ningsih mengaku mereka belajar usaha mandiri dengan berkebun.

Meski terbilang baru, mereka mengaku sudah memiliki dua orang pelanggan.

Bukan tanpa alasan, hasil panen yang mereka kumpulkan menjadi penghasilan tambahan bagi anak buah dukun tersebut.

Namun, anak buahnya itu akan menyimpan uang hasil panennya itu menunggu Ningsih Tinampi.

“Ini kita dapat bonnya, nanti uangnya saya nggak mau nerima, nanti soalnya nunggu Bu Ning datang,” ujarnya.

Diketahui, Ningsih Tinampi telah meninggalkan anak buahnya pergi ke Turki.

Mengaku tak ingin menerima uang sebelum Ningsih Tinampi pulang dari Turki, setelah menjual hasil panen mereka lebih memilih makan seadanya di pinggir jalan.

Sumber: palembang.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel