Arie Untung Temukan Fakta-fakta Unik Saat Ziarah Ke Makam Syekh Ali Jaber, Sampai Bikin Terkejut


Baru-baru ini aktor kondang, Arie Untung menceritakan pengalamannya saat berziarah ke makam Syekh Ali Jaber, yang berlokasikan di kompleks makam Daarul Quran di Cipondoh, Tangerang. Ketika itu dirinya mengaku menemukan hal unik di sana.

Hal itu terlihat dalam unggahan terbaru pada akun Instagram pribadi miliknya.

Dalam unggahan tersebut, dia tampak berdoa tepat di hari kelahiran almarhum.

Pada potret yang dibagikan, rupanya suami Fenita itu tidak sendiri.

Arie bahkan ditemani oleh anak Syekh Ali Jaber, Hasan Ali Jaber, dan Ustaz Iskandar.

"Qadarullah. Kemarin bersama @hasaanjaber @syekh_muhammad_jaber @syekh.alijaber.

Ustaz Ahmad Jameel dan ustadz Iskandar, asisten Almarhum berziarah di Daqu tempat makam @syekh.alijaber," tulis Arie Untung di Instagram-nya.


Pada 3 Februari lalu, rombongan Arie Untung itu tampak berdoa di hari kelahiran ulama berkarismatik itu.

"Yang ditanggal yang sama beliau berusia 45 tahun tapi Allah sudah memanggilnya lebih dulu," sambungnya.

Setelah berdoa dengan khusyuk, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu lantas membahas perihal kejadian unik ketika berada di makam Syekh Ali Jaber.

Dirinya mengungkapan begitu banyaknya kejadian unik yang ia liat dengan mata kepala sendiri.

Arie Untung menjelaskan hingga kini masih banyak orang yang ziarah ke makam ulama kondang tersebut.

"Banyak hal unik terjadi di sana.

Ternyata masih banyak yang datang membacakan yassin, mendoakan di sekitar makam beliau," tutur Arie Untung.


Bahkan Arie menyebut, dirinya bertemu orang yang dulunya pernah ditolong oleh Syekh Ali Jaber.

Arie mengungkapkan, orang tersebut sebelumnya rumahnya pernah direnovasi oleh almarhum Syekh Ali Jaber.

"Bahkan ada satu keluarga dhuafa yang ikut mendoakan.

Yang (ketika itu) kediamanannya di renovasi Almarhum padahal tidak kenal sama sekali," jelas Arie Untung.

"Hanya karena mendengar laporan mengenai tempat tinggal yang rusak.

Padahal tempat tinggal Almarhum masih mengontrak," imbuhnya lagi.

Setelah mengetahui hal-hal unik tersebut. 

Lantas, Arie Untung langsung berpikir apakah dirinya bisa melakukan hal baik agar bisa dikenang banyak orang ketika dirinya meninggal nanti.

"Yang jadi masalah sekarang, aku yang masih hidup sudah punya manfaat apa sama orang lain?

Yang bikin tempat tinggal terakhirku didatangi orang untuk mendoakan nasibku di alam barzah nanti," ungkapnya.


Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber meninggal dunia Kamis (14/1/2021) pagi, di RS Yarsi, Jakarta pukul 09.00 WIB.

Ia sebelumnya diketahui sempat menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum meninggal, Ali Jaber telah dinyatakan negatif Covid-19.

Penyakit paru-paru disebut sebagai penyebab kematiannya.

Dia dimakamkan di Ponpes Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang.

Syekh Ali Jaber hafal Al Quran di usia 11 tahun

Syekh Ali Jaber lahir dan tumbuh besar di Madinah.

Ia menamatkan studi ibtidaiyah (sekolah dasar) pada 1989 kemudian melanjutkan studi Tsanawiyah (tamat 1992) dan Aliyah (1995).

Anak pertama dari 12 bersaudara itu telah menjadi penghafal Alquran sejak muda.

Pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran.

Dilansir dari artikel “Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat” sebagaimana diunggah syekhalijaber.com, sejak usia 13 tahun dia sudah menjadi imam di sejumlah masjid Madinah.

Teruskan perjuangan ayah sebagai pendakwah

Ayah dari Syekh Ali Jaber dikenal sangat keras dalam mendidik agama anak-anaknya.

Ia ingin agar perjuangannya menyiarkan Islam diteruskan oleh Ali Jaber sebagai anak pertama.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri.

Ali Jaber kemudian giat memperdalam ilmu agama dari berbagai guru.

Di antara guru-guru agamanya adalah Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah Syekh Said Adam, dan Ulama Pakar Alquran di Madinah, Syekh Abdurrahman Kholil.


Berdakwah ke Indonesia

Pada 2008, Syekh Ali Jaber pindah ke Indonesia dan menjadi guru tahfidz Alquran di asjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok.

Ia juga menjadi imam salat dan khatib.

Di Lombok pulalah, Ali Jaber bertemu dengan sang istri, Ummi Nadia yang merupakan wanita asli Lombok.

Selanjutnya, Ali Jaber menjabat sebagai imam salat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.

Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits membuat kehadiran Syekh Ali Jaber dapat diterima masyarakat.

Puncaknya, ia dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012 karena ketulusannya dalam berdakwah.

Jadi pendakwah kondang

Sejak pertama kedatangannya di Indonesia pada 2008, dakwah Syekh Ali Jaber mendapat respons yang baik dari masyarakat.

Nama Syekh Ali Jaber semakin dikenal secara luas setelah menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI dan rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne.

Selain Damai Indonesiaku dan Hafizh Indonesia, ia juga mengisi berbagai program dakwah seperti Nikmatnya Sedekah Cahaya dari Madinah, Kurma (kuliah ramadhan), dan Kultum Bersama Syekh Ali Jaber.

Sumber: TribunStyle

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel