Kolektor Tanaman Hias Rela Tukar Mobilnya Dengan Janda Bolong, Petani : Tak Menyangka


Tanaman hias Monstera adansonii atau janda bolong kini menjadi tren.

Tak kalah heboh dengan tanaman hias gelombang cinta atau Anthurium Andraeanum pada beberapa tahun lalu, janda bolong harganya pun selangit.

Bahkan seorang kolektor tanaman hias baru-baru ini menukar satu unit mobil miliknya dengan delapan pot tanaman hias janda bolong.


Petani tanaman hias Sutisna mengatakan Ia pun tak menyangka.

Awalnya kata Sutisna, kolektor tanaman hias mendatangi kiosnya di Pasar Tanaman Hias Jungle Fest Minaqu Home Nature di Komplek Bogor Nirwana Residence.

Setelah itu kolektor bunga atau yang disebut sultan tanaman hias itu mendatangi rumahnya.

"Ia lihat-lihat awalnya, bisa nih ditukar dengan mobil (kata pembeli) terus saya bilang oke, kalau saya kan gimana baiknya saja, terus oke kita deal, ya kalau dibilang Pak Denny ini sultannya bunga," ujarnya.

Sutisna mengatakan bahwa semua berjalan biasa.

Ia pun menawarkan jenis jenis bunga yang dimilikinya mulai dari jutaan rupiah belasan juta hingga puluhan juta.

Namun spontan ketika itu seorang pembeli dengan nama Denny menawar dengan mobil.

Sutisna mengatakan bahwa delapan pot tanaman hias miliknya yang ditukarkan dengan mobil di antaranya adalah Monstera Andasoni Varigata atau Janda Bolong, Florida Beauty, Monstera Marmorata dan Philodendron Billetiae.

“Kalau ditotal, totalnya senilai Rp 150 juta,” ucap Sutisna.

Seperti diketahui, tren tanaman hias yang terus meningkat membuat para petani tanaman hias berlomba memunculkan keunikan tanaman hasil budidayanya.

Tak heran jika tanaman hias yang memiliki keunikan yang langka dan tumbuh dengan sehat dihargai jutaan bahkan hingga puluhan juta rupiah.

Bagi penghobi tanaman hias soal harga bukan menjadi masalah selama mereka bisa mendapatkan tanaman yang diinginkannya.

Seperti seorang kolektor dan penghoby tanaman hias asal Depok Denny Lacon yang rela menukarkan mobil miliknya dengan delapan pot tanaman hias yang dijual oleh petani tanaman hias di Pasar Tanaman Hias Jungle Fest Minaqu Home Nature Kota Bogor.

Denny bercerita bahwa awalnya Ia mengunjungi Pasar Tanaman Hias Jungle Fest Minaqu Home Nature karena tertarik dengan berbagai jenis bunga yang dijual oleh para petani tanaman hias.

Ketika itu beberapa hari lalu Ia terpesona dengan tanaman-tanaman hias yang dijual petani tanaman hias Sutisna di Pasar Tanaman Hias Minaqu Home Nature.

Denny pun menawarkan satu buah mobil miliknya untuk ditukar dengan tanaman hias.

"Sebenarnya sih saya pakai uang juga sebetulnya itu gak masalah, tapi karena teman-teman petani ini maunya mobil ya sudah mobil, kebetulan ada juga mobil,”katanya.

Denny bercerita Ia sudah mengoleksi tanaman hias sejak tahun 2005.

Karena selain memiliki keindahan mengkoleksi tanaman hias juga memiliki keuntungan tersendiri.

“Kalau saya sudah hobi dari 2005 suka tanaman hias, kebetulan saya lihat tanamannya bagus-bagus,” katanya.

Setelah menyepakati jual beli tanaman Sutisna dan Denny pun melakukan transaksi jual beli dengan bukti kuitansi yang dilengkapi materai.

Selanjutnya Denny pun membawa tanaman hias miliknya dan Sutisna mendapat satu unit mobil Honda Brio.

Penyebab Daun Janda Bolong Berlubang


Tanaman janda bolong alias philodendron Monstera adansonii atau monstera obliqua menjadi salah satu dari sekian banyak tanaman hias yang populer di Indonesia.

Tanaman satu ini sempat menjadi perbincangan hangat pada beberapa waktu ke belakang hingga saat ini karena memiliki harga jual yang fantastis, yakni mencapai ratusan juta rupiah.

Janda bolong sendiri merupakan anggota suku araceae atau talas-talasan dari marga monstera. Sesuai dengan namanya, daun pada tanaman janda bolong adalah berlubang-lubang pada bagian tengah daun.

Mengenai hal ini, mungkin tidak sedikit dari kamu penasaran kenapa daun janda bolong bisa memiliki lubang-lubang yang berpola cantik dan menarik.

Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (18/12/2020), lubang-lubang pada daun janda bolong sebenarnya terbentuk karena mekanisme alami.

Karena habitat asli janda bolong ada di alam atau hutan, tumbuhan ini hidup semi epifit (tumbuhan yang akarnya tetap sampai tanah, merambat, dan menempel pada tanaman lain) sehingga kanopi pohon besar yang lain menutupinya.

Maka, untuk janda bolong dapat bertahan hidup adalah dengan menangkap bintik matahari atau berkas kecil sinar matahari yang menembus kanopi.

Hal ini dapat memodifikasi struktur daun janda bolong agar memiliki lubang, area daun yang sama dapat menutupi area yang lebih luas.

Jadi, meskipun beberapa bintik matahari dapat melewati lubang, probabilitas alias insiden penangkapan cahaya tabir surya jadi meningkat karena ada lebih banyak area yang tertutup.

Strategi yang dilakukan tumbuhan janda bolong agar sinar matahari dapat terserap efektif adalah dengan membentuk lubang-lubang pada daunnya tersebut.

Adanya lubang-lubang pada daun menjadikan luas penampang daun menjadi kecil sehingga dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan sinar matahari yang diterima dibandingkan apabila luas penampang daun besar atau tidak bolong.

Seorang pakar botani Christopher Muir dari Indiana University sempat mengungkapkan kenapa daun janda bolong berlubang.

Christopher menjelaskan kalau lubang pada daun janda bolong terbentuk karena kondisi pencahayaan yang memungkinkan sinar matahari menembus tanaman untuk fotosintesis.

Namun, ada sejumlah orang berpendapat kalau janda bolong sengaja membuat lubang di daun mereka untuk menahan angin badai yang kencang.

Janda bolong membelah daunnya untuk memungkinkan angin masuk. Selain itu, ada yang menyebutkan kalau janda bolong melubangi daunnya untuk membiarkan air bersentuhan dengan akarnya.

Namun, kedua pendapat di atas ini kebenarannya masih belum bisa dipastikan, sehingga banyak spekulasi akan alasan daun janda bolong berlubang.


Kolektor Tanaman Hias Rela Tukar Mobilnya Dengan Janda Bolong, Petani : Tak Menyangka  
Sumber: suryamalang.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel