GISEL TAKUT Tak Bisa Jadi Contoh yang Baik untuk GEMPI, Khawatir dengan Masa Depan Putrinya


Penyanyi Gisella Anastasia belum lama ini mengakui ketakutan terbesarnya. 

Ternyata Gisel yang kini jadi single parents itu cemas tidak bisa jadi contoh yang baik bagi putrinya, Gempita.

Gisel juga mengkhawatirkan masa depan Gempita Noura Marten apalagi setelah perceraiannya dengan Gading Marten. 

Terlebih setelah rumah tangganya hancur, beragam isu negatif menghampiri Gisel. 

Setelah bercerai dengan aktor Gading Marten, Gempi memang hanya tinggal bersama dengan Gisel.

"Kekhawatiranku bisa enggak aku jadi contoh buat Gempi, bisa enggak aku profit buat Gempi," ungkap Gisel dalam YouTube Denada Official tayang Jumat (13/11/2020).


Tidak hanya mengkhawatirkan anaknya, Gisel juga khawatir akan masa depan putrinya yang kini berusia 5 tahun. 

Apalagi diakuinya, Gisel tak ingin lagi ada perpisahan jika nantinya akan membangun rumah tangga.

Akibat kekhwatiran yang sangat tinggi itu, wanita 30 tahun ini akhirnya memilih mendekatkan diri dengan Tuhan dengan harapan diberi petunjuk.

Gisel mengaku sudah kurang lebih satu tahun ini mendekatkan diri dengan Tuhan.

"Aku realize kehidupan udah gini mau di bolak balik juga enggak segampang itu. Makanya aku dimulai dari diriku sendiri aja, hubunganku dengan Tuhan baik, sama manusia baik," kata Gisel.


Gisel berharap dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, ia diberi tuntunan untuk membesarkan Gempi dengan baik.

Gisel percaya jika rencana Tuhan untuknya indah pada waktunya.

"Aku percaya Tuhan menuntun aku untuk membesarkan Gempi," tutur Gisel

Seperti diketahui, Gisella Anastasia diterpa masalah bertubi-tubi di sepanjang tahun 2019 hingga kini.

Awal tahun lalu, Gisella Anastasia membuat gempar jagat hiburan dengan kabar kandasnya rumah tangga dia dengan Gading Marten.

Perceraian itu lantas menjadi awal Gisella Anastasia diterpa berbagai isu negatif termasuk soal penyebab perpisahan.


Apalagi, Gisel langsung menggandeng pacar baru, Wijaya Kusuma.

Selain itu yang tak kalah menggemparkan yakni perihal isu video syur.

Gisella Anastasia disebut-sebut mirip dengan pemeran dalam sebuah video syur, yang kemudian beritanya jadi heboh di akhir tahun 2019.

Tak berhenti di situ, Gisel diterpa kasus sama di tahun 2020 ini.

Beredar video syur berdurasi 19 detik yang disebut-sebut mirip dengan Gisel.

Setelah video itu viral, curhatan Gisel ke pengacara Hotman Paris juga ramai jadi perbincangan. 

Curhatan Gisel itu soal file yang pernah dia hapus di handphone namun muncul lagi setelah diberi ke manajer. 

Sementara pihak yang melaporkan kasus video syur mirip Gisel meminta pemeran video lebih baik jangan berkelit. 

Awalnya Pitra Romadhoni, pelapor penyebar video syur mirip Gisel menyebut ada kepanikan setelah Hotman Paris membuka cerita Gisel. 

“Saya lihat di sini ada kepanikan,” ujar Pitra Romadhoni di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (7/12/2020).

Pitra Romadhoni meminta pelaku dalam video tersebut segera meminta maaf dari pada terus menepis kabar yang beredar.

Meski demikian, Pitra Romadhoni tetap menghargai kinerja polisi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Minta maaf lebih mulia, daripada berkelit tidak pasti,” kata sang pengacara.

“Saya tetap menghormati kinerja Polri,” tegasnya dikutip dari TribunSeleb.com artikel 'Curhat ke Hotman Paris Soal Video yang Dihapus, Gisel Dinilai Panik'.


Pitra Romadhoni meminta pihak kepolisian juga memeriksa Hotman Paris yang sudah membeberkan pengakuan Gisella Anastasia tentang video yang dihapus.

Hotman Paris mengatakan bahwa Gisel sempat konsultasi hukum dengannya dan mengaku handphonennya pernah hilang tiga tahun lalu.

"Ini kan sudah diungkapkan ke publik jadi sumber yang menyatakan itu kepada publik harus dipanggil oleh penyidik biar ini terang benderang," jelasnya.

Pitra Romadhoni menilai bahwa apa yang diucapkan Hotman Pari bisa menjadi kegaduhan dan menimbulkan tanda tanya besar.

"Jangan membuat suatu kegaduhan di tengah-tengah masyarakat jangan membuat masyarakat bertanya-tanya," sambung Pitra Romadhoni.


Meski menggebu-gebu, Pitra Romadhoni merasa harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Pitra Romadhoni menyebut pernyataan Hotman beberapa waktu lalu disebut sudah menjadi petunjuk besar.

"Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah pokoknya silahkan menilai sendiri karena ini proses penyidikan kita nggak bisa menuduh orang karena sudah ada pengakuan, itu sudah menjadi suatu petunjuk bagi pihak kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan Gisel sempat menemui Hotman Paris untuk konsultasi hukum.

Tanpa basa-basi, pengacara kondang ini menyebut Gisel tidak melakukan bantahan soal video syur tersebut.

Bahkan bantahan itu juga tidak dilakukan oleh Gisel di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian.

"Setahu saya, Gisel tidak membantah kok."

"Dia tidak membantah di BAP," terang Hotman Paris dikutip dari tayangan SCTV, Sabtu (5/12/2020).

Saat menemui Hotman Paris, Gisel bercerita jika tahun 2017 lalu pernah memberikan ponselnya ke sang manajer.


"Dia hanya bilang bahwa itu tiga tahun lalu waktu handphonenya dikasih ke manajer."

"Dia pun nggak tahu handphone yang mana," lanjutnya.

Tak hanya satu, dalam kesempatan itu Gisel langsung memberikan tiga buah ponsel.

Saat bercerita, Hotman Paris menyinggung perihal data yang sudah dihapus, namun ternyata muncul lagi. 

Meski demikian tidak diketahui dengan pasti data apa yang dimaksud oleh Hotman Paris.

Pihak Hotman Paris maupun Gisel belum memberikan penjelasan apakah data itu terkait dengan video syur.

"Karena ada tiga handphone dikasih ke manajernya."

"Dan dia bilang sudah hapus," ungkap Hotman Paris.

Diketahui, nama Gisel kini tengah terseret dalam kasus video syur yang mirip dirinya.

Berbagai tudingan menyebutkan pemeran wanita dalam video tersebut adalah pelantun lagu Pencuri Hati ini.

Terbaru, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta masih meneliti berkas perkara kasus penyebaran video syur mirip artis Gisella Anastasia alias Gisel.

Berkas perkara dengan dua tersangka berinisial PP dan MN ini diserahkan oleh Polda Metro Jaya ke Kejaksaan pada Rabu (2/12/2020).

"Nanti akan dicek dahulu, kalau memang sudah masuk akan diteliti dahulu," ujar Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi saat dikonfirkasi, Sabtu (5/12/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, polisi saat ini tengah menantikan hasil pemeriksaan berkas dari pihak Kejaksaan.

Saat berkas dinyatakan lengkap, polisi bakal melakukan pelimpahan tahap kedua.

"Masih kita tunggu apakah sudah bisa diterima ataukah belum. Di samping itu, kami masih menunggu hasil ahli forensik wajah, hasilnya belum," ujar Yusri.






Sumber: suryamalang.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel