Tidak Banyak Orang Tahu, Terungkap Asmara Rhoma Irama saat Sekolah di SMA Santo Yosep Solo, Kisah Cinta Masa Lalu Raja Dangdut


Banyak orang tak mengetahui masa lalu Rhoma Irama, sang raja dangdut.

Saking terkenalnya lagu-lagunya, di mana dia lahir, di mana dia sekolah, jarang diketahui orang.

Di dunia dangdut Indonesia, nama Rhoma Irama memang tak diragukan lagi.

Sosok Rhoma Irama telah muncul di dunia dangdut Indonesia sejak 1973.

Kisah asmara penyanyi dan aktor ini pun tak banyak diketahui orang, termasuk saat di SMA Santo Yosep Surakata.

Perjalanan karier sang Raja Dangdut ini sangat menarik, karena dia tak hanya berkarier di dunia musik, namun juga film.

Film-filmnya pun pada 1980-an juga tenar.

Pria ini memiliki nama asli Raden Haji Oma Irama, namun lebih populer dengan nama Rhoma Irama.

Sudah ratusan lagu diciptakan Rhoma Irama sejak pertama kali mendirikan band pada 1963.

Sebenarnya bukan hanya lagu, Rhoma Irama telah membintangi puluhan film.

Rhoma Irama yang merupakan musisi dangdut kawakan ini lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946.

Informasi di wikipedia menyebutkan pada 1970-an, Rhoma dikenal sebagai bintang film kanak-kanak. Film pertamanya Djendral Kantjil pada sekira 1958.
Karier di musik dimulai sejak Rhoma Irama usia 11 tahun.

Dia menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand pada 1963.

Setelah itu, Rhoma Irama masuk Orkes Chandra Leka, hingga membentuk band sendiri bernama Soneta yang berkibar sejak 13 Oktober 1973.

Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Pengumpul massa 

Wikipedia menuliskan Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa.

Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tetapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia.


Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan.

Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.

Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung.

Vokalis God Bless, Achmad Albar, mengatakan Rhoma merupakan pionir dan pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock.

"Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda," tuturnya.

Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain.

"Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.

Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial.

Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya.

Satria Bergitar, misalnya.

Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta.

Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film.

Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.

Tapi, Rhoma Irama juga terlibat dalam dunia politik.

Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar.


Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada 1993.

Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Kisah romantika Rhoma Irama

Melansir wikipedia, Rhoma Irama menikahi Veronica pada 1972, seorang wanita yang menjadi muslim setelah dinikahinya.

Pernikahan itu memberinya tiga orang anak, Debby Verama Sari (18 Desember 1972), Fikri Rhoma Irama (30 September 1976), dan Romy (26).

Rhoma akhirnya bercerai dengan Veronica bulan Mei 1985.

Sebelum bercerai, sekitar setahun sebelumnya, Rhoma menikahi Ricca Rachim, lawan mainnya dalam beberapa film.

Rhoma dan Ricca pernah satu film, seperti Melodi Cinta, Badai di Awal Bahagia, Camellia, Cinta Segitiga, Pengabdian, Pengorbanan, dan Satria Bergitar.

Hingga sekarang, Ricca tetap mendampingi Rhoma sebagai istri. Rhoma mempunyai anak kandung dari wanita bernama Marwah Ali yaitu Ridho.

Pada 2 Agustus 2005, Rhoma mengumumkan telah menikahi artis sinetron Angel Lelga secara siri pada 6 Maret 2003. amun hari itu juga ia menceraikannya.

Tak rampung kuliah

Beberapa catatan menuliskan sewaktu kecil Rhoma Irama bersekolah di SDN Kibono Manggarai, Jakarta, setelah itu di SMP Pondok 1, Jakarta.

Setelah lulus dia melanjutkan ke SMA Saint Joseph ( SMA Santo Yosep ) di Solo, kemudian kuliah di Universitas 17 Agustus, Jakarta.

Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya.

"Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat.

Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan.

Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri.


Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Selama kariernya sebagai musisi, pencipta lagu dan bintang layar lebar, Rhoma Irama telah menciptakan sekira 1.000 buah lagu dan bermain di lebih 20 film.

sumber: jambi.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel